Jembatan pelangi

Jembatan yang melalui hutan bakau

Gedung Sejarah benteng belanda

Lokasi benteng belanda tersembunyi disebelah barat pulau dengan kondisi runtuh terkena abrasi air laut.

Sunrise

Sunrise dermaga timur pulau lancang dengan objek bagan

Dermaga Barat

Tempat bersantai dan bermain warga ketika waktu sore dan malam hari

Gudus selfie

Gundukan pasir tempat yang cocok untuk bersefie ria.

KINERJA PPSU KELURAHAN PULAU PARI BANYAK MENUAI PUJIAN

                                 Beberapa pasukan orange dengan salah satu warga
Kesigapan kinerja PPSU atau yang lebih enak disebut oleh warga adalah pasukan orange milik dinas kebersihan DKI jakarta yang berada di pulau Lancang banyak menuai pujian dari masyarakat, pasalnya ketika hari rabu tanggal 6 juli yang bertepatan dengan hari raya iedul fitri, pegawai masjid yang ingin menggelar karpet dijalan untuk pelaksanaan shalat ied pada jam 04:00 subuh ternyata jalanan sudah benar-benar bersih dari sampah. Padahal semalaman area masjid digunakan untuk gema takbir yang pasti menimbulkan banyak sampah.
                                        Sampah berserakan sebelum dibersihkan

          PPSU bermunculan dari mulai jam 3 dinihari membersihkan sampah

                                Jalanan sudah bersih kinclong

Dengan kesigapan dan kesiapan pasukan orange kelurahan pulau pari, sampah-sampah yang bertebaran dijalanan bekas takbiran semalam ini tidak ada apa-apanya. Terbukti jam 3 subuh anggota pasukan orange sudah mulai bermunculan ketengah jalan untuk menyapu dan membersihkan seluruh jalanan pulau lancang. Alhasil warga yang baru bangun pas subuh ketika keluar rumah sudah melihat jalan bersih dan kinclong. Bahkan beberapa ibu-ibu menuai pertanyaan "dih ini jalanan udah bersih amat sepanjang jalan kapan nyapu nya itu PPSU" kata seorang ibu.
Ini bukti kesigapan salah satu Pasukan orange DKI Jakarta yang berada dipulau lancang.

WARGA PULAU PARI SEMAKIN TERTINDAS

Penyegelan rumah warga Pulau Pari

Pasca putusan sidang Pengadilan Negri Jakarta Utara yang menyidangkan pak Edi, yaitu warga yang dikriminalisasi PT. Bumi Raya Griyanusa terkait tuduhan penyerobotan lahan yang dimenangkan pihak perusahaan. Setelah putusan tersebut pihak perusahaan merasa diatas angin.  Pada hari Rabu jam 14.00 Wib (22/6), Sebanyak 7 orang satpol PP Kepulauan Seribu, 6 orang polisi, 1 anggota TNI dari Koramil (syamsul), 6 orang dari dinas tata ruang dan 4 dari Kelurahan Pulau Pari (Ma’mun, salah satunya) menyegel gubuk salah satu warga Pulau Pari yaitu gubuk Bu Susi, alasan Pemerintah melakukan penyegelan yaitu karena gubuk tersebut menyalahi tata ruang.
Melihat gubuknya disegel Bu Susi pingsan dan dilarikan ke Poskesmas oleh warga setempat. Kejadian ini terkait sengketa tanah dimana sebuah perusahaan yang bernama PT. Bumi Raya Griyanusa mengklaim tanah di Pulau Pari 90% milik mereka sedangkan warga telah menetap disana lebih dari empat generasi. Ujar Sahrul (Ketua FP3).
Menurut Puput TD Putra (Direktur Eksekutif Walhi Jakarta), kejadian tersebut merupakan intimidasi yang keterlaluan dari Pemerintah daerah Kepulauan Seribu dan pihak perusahaan. “Seharusnya pemerintah mementingkan kepentingan masyarakat bukan malah melakukan pembiaran bahkan pro dan berafiliasi dengan perusahaan.” Kata Puput TD dalam rilis Tertulisnya.

Sahrul menambahkan,  warga telah menempati Pulau Pari semenjak tahun 1900-an, telah membuat secara swadaya dermaga/pelabuhan. Pada tahun 1970 didirikan bangunan Lembaga Oseanologi Nasional (LON) yang di resmikan oleh Gubernur DKI Jakarta (Ali Sadikin, 1976) yang sekarang bernama UPT LIPI ( Unit Pelaksana Teknis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
Pada tahun 1989 masuklah PT. Bumi Raya lalu membeli pohon yang ditanam oleh warga, kemudian membeli rumah warga, namun tidak semua warga yang menjual pohon dan rumahnya. Selanjutnya tahun 1990-1993 perusahaan tersebut membeli tanah secara diam-diam tanpa sepengetahuan RT dan RW. Pada selang tahun 2013-2016 pihak perusahaan mengajukan pembuatan sertifikat tanah berupa SHM dan SHGB tanpa sepengetahuan pihak RT dan RW. Warga menilai pembuatan sertifikat tersebut cacat hukum dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Karena perkembangan kepulauan seribu saat ini yang sangat pesat, sehingga sangat menggiurkan dijadikan lahan bisnis demi kepentingan kelas atas oleh karenanya ada beberapa oknum kepala pemerintahan yang tergiur membela swasta bahkan ada beberapa Pulau yang dijual kepada pihak asing walaupun harus menindas warga, padahal penjualan pulau sudah jelas melanggar hukum.
Sumber :
Puput TD Putra (Direktur Eksekutif Walhi Jakarta
Sumbernews.com

PENEMUAN MAYAT DI PULAU LANCANG

Pagi hari kamis tanggal 9 juni 2016 bertepatan dengan puasa ramadhan hari ke empat nelayan pulau lancang menemukan sesosok mayat.

Posisi mayat ditemukan disebelah barat tanggul pemecah ombak. Sampai berita ini disiarkan belum di pastikan korban meninggal akibat apa. petugas masih dalam proses pengambilan mayat dan akan di identifikasi.

Diperkirakan mayat telah beberapa hari berada terombang ambing di lautan. Ciri-ciri korban memakai celana selutut berwarna hijau dengan baju berwarna putih dan berkulit putih atau bisa lihat gambar.

Jika ada yang merasa keluarganya hilang dengan ciri-ciri tersebut saat ini mayat masih berada di Pulau Lancang kepulauan seribu.


Keindahan pantai di hutan mangrove Pulau lancang ternoda sampah

Pulau lancang - Salah satu spot yang menjadi daya tarik wisatawan di pulau lancang adalah benteng belanda, untuk menuju lokasi benteng belanda ini kalau berjalan kaki ada dua jalur, pertama lewat belakang kelurahan dan yang kedua lewat jalur bibir pantai hutan mangrove.

Ikon Jembatan Pelangi di Pulau Lancang berubah menjadi Jembatan BOBROK

Pulau Lancang - Kondisi jambatan pelangi yang menjadi spot wisata dipulau lancang sudah sangat memprihatinkan "rusak parah" begitu kata pengunjung yang sedang datang kepulau lancang dan ingin menikmati selfie di jembatan pelangi namun tidak jadi.