Jembatan pelangi

Jembatan yang melalui hutan bakau

Gedung Sejarah benteng belanda

Lokasi benteng belanda tersembunyi disebelah barat pulau dengan kondisi runtuh terkena abrasi air laut.

Sunrise

Sunrise dermaga timur pulau lancang dengan objek bagan

Dermaga Barat

Tempat bersantai dan bermain warga ketika waktu sore dan malam hari

Gudus selfie

Gundukan pasir tempat yang cocok untuk bersefie ria.

Usaha Keras Pulau Lancang kelurahan Pulau Pari

KEPULAUAN SERIBU - Upaya keras Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, membuat objek wisata pemancingan di Pulau Lancang sepertinya tidak sia-sia. Betapa tidak? objek wisata tersebut kini mulai mencuri perhatian dan cukup diminati pengunjung wisata di Kepulauan Seribu. Objek wisata yang berlokasi tidak jauh dari Gedung Kantor Lurah Pulau Pari di Pulau Lancang itu terdapat dua kolam ikan dengan luas masing-masing sekitar 700 meter persegi. Tiap sisi kolam terdapat empat gazebo yang dibuat khusus untuk pemancing.
Kolam pemancingan di Pulau Lancang ini sangat pantas diminati, karena selain menawarkan wisata mancing lokasi kolam cukup asri dengan hembusan angin laut yang meniup. Bahkan, jembatan yang membela hutan mangrove di sebelah barat kolam dapat dinikmati bersama keluarga. Bukan hanya lokasinya saja yang nyaman, di dalam kolam juga terdapat beragam jenis ikan baik jenis ikan air asin hingga jenis ikan yang hidup di air payau, seperti ikan bandeng dan ikan kakap yang memiliki berat bervariasi hingga seberat dua kilogram.
Pengunjung yang mancing hanya dikenakan biaya berat ikan yang didapat. Biaya itu seakan tak berarti bila dibanding dengan sensasi menarik ikan yang diperoleh. Bahkan, selain itu pemancing juga puas lantaran ikan yang akan menjadi santapan itu adalah hasil jeri payah sendiri. Pengunjung juga tak perlu lama menyimpan ikan bila ingin langsung dinikamti. Warung-warung pembakaran ikan yang tidak jauh dari lokasi siap memberikan pelayanan terbaik yang tentunya dengan racikan bumbu ikan bakar yang menggugah selera.
Lurah Pulau Pari Astawan Husen mengaku bersyukur karena upayanya membuat destinasi wisata pilihan di Kepulauan Seribu membuahkan hasil.  Kini, Wisatawan mulai ramai berkunjung ke Pulau Lancang untuk mencoba sensasi wisata pemancingan. Seiring itu, dampak ekonomi dari aktivitas wisata kini mulai diikmati warga. Mereka mulai ambil bagian dengan menjadi pelaku jasa wisata dari membuka toko alat pancing, warung makan yang menyediakan pembakaran ikan hingga ada sebagian warga yang menjadi pemandu wisata mancing.
Selama libur lebaran lalu, sambungnya, Pulau Lancang ramai didatangi pengunjung yang sebagian besar merupakan penghobi mancing. “Yang datang mencapai 650 orang, saya senang upaya kita tidak sia-sia,” ujar Astawan, Rabu (29/8). Untuk meningkatkan daya tarik objek wisata yang dirintisnya itu, Astawan berencana akan lebih meningkatkan fasilitas di lokasi pemancingan. Tak tanggung-tanggung, dia akan membuka restoran apung yang akan menghidangkan menu khas Kepulauan Seribu.
“Masih banyak yang harus kita kerjakan, karena target kita wisata pemancingan ini dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Seribu,” harapnya. Karena itu, Astwan mengatakan, pihaknya akan membangun kerja sama dengan sejumlah pihak guna mendukung aksebiltas pengembangan objek wisata itu. Transportasi dan promosi menjadi perhatian utamanya. “Yang datang baru dari wilayah Tangerang, kita ingin warga Jakarta darat juga datang ke sini,” katanya.

PAKET GRATIS HOMESTAY Di Pulau Lancang

PAKET CUMI (10 Orang )
·  Pulau Tidung, Pulau Lancang, Pulau Bokor.
·  Kapal Ferry Antar Jemput, Rawasaban-Tanjung Pasir Tangerang.
·  Snorkeling
·  Makan 3x + 1x Barbeque
·  Kapal Tradisional
·  Guide
------ HOMESTAY GRATIS  ------
Rp 260 RB/ Orng 

PAKET BANDENG ( 20 Orang )
·   Pulau Tidung, Pulau Lancang, Pulau Bokor
·   Kapal Ferry Antar Jemput,  Muara Angke Jakarta PP
·   Snorkeling
·   Sepeda
·   Makan 3x + 1x Barbeque
·   Kapal Tradisional
·   Guide
------ HOMESTAY GRATIS ------
Rp 250 Rb/ Orng

Untuk Paket diatas saat ini sudah tidak berlaku dan untuk sekarang paketan yang terbaru adalah:


PAKET IKAN TERI
Harga Murah Dapet Banyak
Fasilitas:
- Berkunjung di dua pulau yaitu Pulau Lancang dan Pulau Pari
   - Antar jemput Rawasaban tangerang (PP)
- Makan 4x include Barbeque (Bakar ikan)
- Snorkeling
   - Kapal Tradisional untuk mengantar jalan kesana kemari
- Trekking sepeda
Cuma 250 ribu per-orang min 10 orang

Bandingkan dengan Paketan sebelah yang hanya satu pulau dengan harga termurah 300 ribu perorang 
dan minimal 20 orang.

oh iya ada paket preweed dan honeymoonnya juga : 1,5 juta
sepasang pengantin dan 3 orang kru fotografer jadi maksimal 5 orang
nanti akan ditunjukan Spotnya dan angle-nya fotografer yang akan mengetahui.

Jika Berminat Hubungi aja langsung orangnya:
HP 08568333245 atau PIN 27F898EC
                                
                                                                                                                                                                            















                                                                                    
                                                               
                                  
















                                              



2011, Sejuta Pengunjung Ditargetkan Nikmati Alam Bahari Kep Seribu

Tingginya minat kunjung wisatawan ke sejumlah pulau wisata pemukiman dan resort di Kepulauan Seribu sepanjang tahun 2011 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu mematok target pengunjung sebanyak 1 juta orang. Angka itu terbilang wajar, pasalnya bila dijumlahkan pengunjung per pekan yang datang melalui Pelabuhan Muara Angke dan Marina Jaya Ancol mencapai angka 5 ribu orang.

"Itu akhir pekan biasa, kalau libur panjang jumlahnya meningkat 100 persen atau sekitar 10 ribu orang. Bahkan, bila hari libur nasional atau hari besar pengunjung akan bertambah hingga tiga kali lipat," ujar Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi kepada beritapulauseribu.com, Minggu (22/5).

Berdasarkan itu, bupati yang mengusung jargon 'Wisata Yas, Nelayan Oke, Bersama Bisa," dalam masa pemerintahannya ini meyakini Kepulauan Seribu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang. "Penduduk Jakarta ini sekitar 10 juta orang, target kita 10 persen dari jumlah penduduk Jakarta datang ke sini, angka 1 juta tidak terlalu sulit," kata Ludfi.

Kelebihan Kepulauan Seribu, menurut Ludfi adalah letak geografis yang masih dalam lingkup ibukota nagara. Selain itu, menuju ke pulau-pulau wisata yang diminati tidak terhambat kemacetan. "Bila kita ke Bali atau destinasi wisata lainnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, ke Kepulauan Seribu dengan potensi wisata hampir sama tapi biaya yang dikeluarkan tergolong murah meriah," katanya.

Saat ini, kata bupati yang juga kerap menyempatkan diri meninjau aktivitas wisata tiap akhir pekan ini mengatakan, pulau-pulau wisata berbasis pemukiman seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Lancang, dan Pulau Harapan telah menjadi pilihan wisatawna untuk menghabiskan hari libur bersama keluarga. "Kita juga mendorong pulau wisata resort dan hasilnya ada peningkatan, meski tak sepesat pulau wisata pemukiman," jelasnya.

Kedepannya, Ludfi memintan jajaran pemerintahan dari tingkat kelurahan hingga unit teknis terkait lebih proaktif dalam merekondisi wiayah dan tata lingkungan agar dapat menjadi daya tarik wisata. "Ya atau tidak, wisata telah menjadi tumpuan ekonomi sebagian warga dan menjadi alternatif tepat peningkatan kesejahteraan yang selama ini hanya bergantung dari tangkapan ikan," ujarnya.

Namun begitu, Ludfi tak membantah pesatnya wisata di Kepulauan Seribu belum mampu diimbangi dengan faktor pendudukung utama yakni alat transportasi yang memadai. Karenanya, dia berharap, selain pengadaan transportasi oleh pemerintah, tranportasi tradisional milik masyarakat harus ditingkatkan kualitasnya. "Alhamdulillah, Kapal Angkut Penumpang Tradisonal kita kini sudah legal dan memiliki sertifikat pelayaran," jelasnya.

Disinggung tetang dampak negatif wisata, Ludfi menegaskan, Pemkab akan tetap menjaga kearifan lokal dan berupaya mengajak semua pihak untuk menanamkan moralitas kepada masyarakat untuk dapat menyaring dampak dari aktivitas wisata. "Semuanya pasti ada dampaknya, jadi tugas kita bersama untuk melakukan ajakan moral kepada masyarakat, sehingga norma yang ada tetap terjaga," tukasnya. (furqon/bpsc)

Sumber: BeritaPulauSeribu.com

Deputi: Kepulauan Seribu Surga Dunia di Jakarta

Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata, Sukesti Martono megungkapkan Kepulauan Seribu memiliki potensi wisata yang mampu menarik banyak pengunjung bila dikembangkan secara optimal. Dengan segala potensi itu, Kepulauan Seribu diharapkan menjadi surga dunia di Jakarta.

"Alam bahari Kepulauan Seribu berpotensi menarik minat wisatawan, maka tak salah kita berharap Kepulauan Seribu menjadi surga dunia di Jakarta," ujar Sukesti usai mewakili Gubernur DKI Jakarta melakukan pencanangan HUT Kota Jakarta  ke-484 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Minggu (29/5).

Dari itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten harus dapat mengoptimalkan bidang marketing untuk menjual potensi wisata bahari dengan tidak hanya pada segmen lokal, namun nasional dan bahkan internasional. "Optimalkan teknologi internet dan upload segala potensi wisata yang ada, karena itu akan diketahui wisata domestik dan mancanegara," tuturnya.

Dikatakannya, berkembangnya wisata di Kepulauan Seribu akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dengan tumbuhnya lapangan kerja yang ada. "Harus dibangun kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk bersama membangun wisata di Kepulauan Seribu," tandasnya. (furqon/bpsc)

Hutan Mangrove

Pulau Lancang memiliki banyak hutan mangrove disebelah utara dan barat Pulau lancang besar bahkan yang berada disebelah utara menyambung lurus sampai Pulau Lancang kecil. Banyak sekali manfaat dari Hutan bakau ini terutama sebagai Pemecah ombak dan ternyata hutan bakau terbukti lebih efektif daripada pembuatan bangunan tanggul pemecah ombak Selain itu Hutan mangrove pun sebagai salinitas air.

pulau lancang
Hutan  mangrove atau disebut juga hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau dan asin yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Terpaan ombak

Bagian luar atau bagian depan hutan bakau yang berhadapan dengan laut terbuka sering harus mengalami terpaan ombak yang keras dan aliran air yang kuat. Tidak seperti bagian dalamnya yang lebih tenang.
Yang agak serupa adalah bagian-bagian hutan yang berhadapan langsung dengan aliran air sungai, yakni yang terletak di tepi sungai. Perbedaannya, salinitas di bagian ini tidak begitu tinggi, terutama di bagian-bagian yang agak jauh dari muara. Hutan bakau juga merupakan salah satu perisai alam yang menahan laju ombak besar.

Penggenangan oleh air pasang

Bagian luar juga mengalami genangan air pasang yang paling lama dibandingkan bagian yang lainnya; bahkan kadang-kadang terus menerus terendam. Pada pihak lain, bagian-bagian di pedalaman hutan mungkin hanya terendam air laut manakala terjadi pasang tertinggi sekali dua kali dalam sebulan.
Menghadapi variasi-variasi kondisi lingkungan seperti ini, secara alami terbentuk zonasi vegetasi mangrove; yang biasanya berlapis-lapis mulai dari bagian terluar yang terpapar gelombang laut, hingga ke pedalaman yang relatif kering.
Jenis-jenis bakau (Rhizophora spp.) biasanya tumbuh di bagian terluar yang kerap digempur ombak. Bakau Rhizophora apiculata dan R. mucronata tumbuh di atas tanah lumpur. Sedangkan bakau R. stylosa dan perepat (Sonneratia alba) tumbuh di atas pasir berlumpur. Pada bagian laut yang lebih tenang hidup api-api hitam (Avicennia alba) di zona terluar atau zona pionir ini.
Di bagian lebih ke dalam, yang masih tergenang pasang tinggi, biasa ditemui campuran bakau R. mucronata dengan jenis-jenis kendeka (Bruguiera spp.), kaboa (Aegiceras corniculata) dan lain-lain. Sedangkan di dekat tepi sungai, yang lebih tawar airnya, biasa ditemui nipah (Nypa fruticans), pidada (Sonneratia caseolaris) dan bintaro (Cerbera spp.).
Pada bagian yang lebih kering di pedalaman hutan didapatkan nirih (Xylocarpus spp.), teruntum (Lumnitzera racemosa), dungun (Heritiera littoralis) dan kayu buta-buta (Excoecaria agallocha).

Bentuk-bentuk adaptasi

Menghadapi lingkungan yang ekstrim di hutan bakau, tetumbuhan beradaptasi dengan berbagai cara. Secara fisik, kebanyakan vegetasi mangrove menumbuhkan organ khas untuk bertahan hidup. Seperti aneka bentuk akar dan kelenjar garam di daun. Namun ada pula bentuk-bentuk adaptasi fisiologis.
Pohon-pohon bakau (Rhizophora spp.), yang biasanya tumbuh di zona terluar, mengembangkan akar tunjang (stilt root) untuk bertahan dari ganasnya gelombang. Jenis-jenis api-api (Avicennia spp.) dan pidada (Sonneratia spp.) menumbuhkan akar napas (pneumatophore) yang muncul dari pekatnya lumpur untuk mengambil oksigen dari udara. Pohon kendeka (Bruguiera spp.) mempunyai akar lutut (knee root), sementara pohon-pohon nirih (Xylocarpus spp.) berakar papan yang memanjang berkelok-kelok; keduanya untuk menunjang tegaknya pohon di atas lumpur, sambil pula mendapatkan udara bagi pernapasannya. Ditambah pula kebanyakan jenis-jenis vegetasi mangrove memiliki lentisel, lubang pori pada pepagan untuk bernapas.
Untuk mengatasi salinitas yang tinggi, api-api mengeluarkan kelebihan garam melalui kelenjar di bawah daunnya. Sementara jenis yang lain, seperti Rhizophora mangle, mengembangkan sistem perakaran yang hampir tak tertembus air garam. Air yang terserap telah hampir-hampir tawar, sekitar 90-97% dari kandungan garam di air laut tak mampu melewati saringan akar ini. Garam yang sempat terkandung di tubuh tumbuhan, diakumulasikan di daun tua dan akan terbuang bersama gugurnya daun.
Pada pihak yang lain, mengingat sukarnya memperoleh air tawar, vegetasi mangrove harus berupaya mempertahankan kandungan air di dalam tubuhnya. Padahal lingkungan lautan tropika yang panas mendorong tingginya penguapan. Beberapa jenis tumbuhan hutan bakau mampu mengatur bukaan mulut daun (stomata) dan arah hadap permukaan daun di siang hari terik, sehingga mengurangi evaporasi dari daun.

Perkembangbiakan

Adaptasi lain yang penting diperlihatkan dalam hal perkembang biakan jenis. Lingkungan yang keras di hutan bakau hampir tidak memungkinkan jenis biji-bijian berkecambah dengan normal di atas lumpurnya. Selain kondisi kimiawinya yang ekstrem, kondisi fisik berupa lumpur dan pasang-surut air laut membuat biji sukar mempertahankan daya hidupnya.
Hampir semua jenis flora hutan bakau memiliki biji atau buah yang dapat mengapung, sehingga dapat tersebar dengan mengikuti arus air. Selain itu, banyak dari jenis-jenis mangrove yang bersifat vivipar: yakni biji atau benihnya telah berkecambah sebelum buahnya gugur dari pohon.
Contoh yang paling dikenal barangkali adalah perkecambahan buah-buah bakau (Rhizophora), tengar (Ceriops) atau kendeka (Bruguiera). Buah pohon-pohon ini telah berkecambah dan mengeluarkan akar panjang serupa tombak manakala masih bergantung pada tangkainya. Ketika rontok dan jatuh, buah-buah ini dapat langsung menancap di lumpur di tempat jatuhnya, atau terbawa air pasang, tersangkut dan tumbuh pada bagian lain dari hutan. Kemungkinan lain, terbawa arus laut dan melancong ke tempat-tempat jauh.
Buah nipah (Nypa fruticans) telah muncul pucuknya sementara masih melekat di tandannya. Sementara buah api-api, kaboa (Aegiceras), jeruju (Acanthus) dan beberapa lainnya telah pula berkecambah di pohon, meski tak nampak dari sebelah luarnya. Keistimewaan-keistimewaan ini tak pelak lagi meningkatkan keberhasilan hidup dari anak-anak semai pohon-pohon itu. Anak semai semacam ini disebut dengan istilah propagul.
Propagul-propagul seperti ini dapat terbawa oleh arus dan ombak laut hingga berkilometer-kilometer jauhnya, bahkan mungkin menyeberangi laut atau selat bersama kumpulan sampah-sampah laut lainnya. Propagul dapat ‘tidur’ (dormant) berhari-hari bahkan berbulan, selama perjalanan sampai tiba di lokasi yang cocok. Jika akan tumbuh menetap, beberapa jenis propagul dapat mengubah perbandingan bobot bagian-bagian tubuhnya, sehingga bagian akar mulai tenggelam dan propagul mengambang vertikal di air. Ini memudahkannya untuk tersangkut dan menancap di dasar air dangkal yang berlumpur.

Suksesi hutan bakau

Tumbuh dan berkembangnya suatu hutan dikenal dengan istilah suksesi hutan (forest succession atau sere). Hutan bakau merupakan suatu contoh suksesi hutan di lahan basah (disebut hydrosere). Dengan adanya proses suksesi ini, perlu diketahui bahwa zonasi hutan bakau pada uraian di atas tidaklah kekal, melainkan secara perlahan-lahan bergeser.
Suksesi dimulai dengan terbentuknya suatu paparan lumpur (mudflat) yang dapat berfungsi sebagai substrat hutan bakau. Hingga pada suatu saat substrat baru ini diinvasi oleh propagul-propagul vegetasi mangrove, dan mulailah terbentuk vegetasi pionir hutan bakau.
Tumbuhnya hutan bakau di suatu tempat bersifat menangkap lumpur. Tanah halus yang dihanyutkan aliran sungai, pasir yang terbawa arus laut, segala macam sampah dan hancuran vegetasi, akan diendapkan di antara perakaran vegetasi mangrove. Dengan demikian lumpur lambat laun akan terakumulasi semakin banyak dan semakin cepat. Hutan bakau pun semakin meluas.
Pada saatnya bagian dalam hutan bakau akan mulai mengering dan menjadi tidak cocok lagi bagi pertumbuhan jenis-jenis pionir seperti Avicennia alba dan Rhizophora mucronata. Ke bagian ini masuk jenis-jenis baru seperti Bruguiera spp. Maka terbentuklah zona yang baru di bagian belakang.
Demikian perubahan terus terjadi, yang memakan waktu berpuluh hingga beratus tahun. Sementara zona pionir terus maju dan meluaskan hutan bakau, zona-zona berikutnya pun bermunculan di bagian pedalaman yang mengering.
Uraian di atas adalah penyederhanaan, dari keadaan alam yang sesungguhnya jauh lebih rumit. Karena tidak selalu hutan bakau terus bertambah luas, bahkan mungkin dapat habis karena faktor-faktor alam seperti abrasi. Demikian pula munculnya zona-zona tak selalu dapat diperkirakan.
Di wilayah-wilayah yang sesuai, hutan mangrove ini dapat tumbuh meluas mencapai ketebalan 4 km atau lebih; meskipun pada umumnya kurang dari itu.

Kekayaan flora

Beraneka jenis tumbuhan dijumpai di hutan bakau. Akan tetapi hanya sekitar 54 spesies dari 20 genera, anggota dari sekitar 16 suku, yang dianggap sebagai jenis-jenis mangrove sejati. Yakni jenis-jenis yang ditemukan hidup terbatas di lingkungan hutan mangrove dan jarang tumbuh di luarnya.
Dari jenis-jenis itu, sekitar 39 jenisnya ditemukan tumbuh di Indonesia; menjadikan hutan bakau Indonesia sebagai yang paling kaya jenis di lingkungan Samudera Hindia dan Pasifik. Total jenis keseluruhan yang telah diketahui, termasuk jenis-jenis mangrove ikutan, adalah 202 spesies (Noor dkk, 1999).