Jembatan pelangi

Jembatan yang melalui hutan bakau

Gedung Sejarah benteng belanda

Lokasi benteng belanda tersembunyi disebelah barat pulau dengan kondisi runtuh terkena abrasi air laut.

Sunrise

Sunrise dermaga timur pulau lancang dengan objek bagan

Dermaga Barat

Tempat bersantai dan bermain warga ketika waktu sore dan malam hari

Gudus selfie

Gundukan pasir tempat yang cocok untuk bersefie ria.

Pulau Lancang dan Pulau Lancang

Pulau Lancang ternyata dimiliki oleh dua daerah kepulauan yang berjauhan diwilayah Indonesia, yang satu berada didaerah DKI Jakarta dan yang lainnya terletak didaerah Riau. Pulau ini memiliki kesamaan nama, akan tetapi pasti memiliki perbedaan yang jelas baik dari segi sejarah, luas, daerah dan lain sebagainya.
Silahkan lihat data simple berikut dibawah ini:
Kepulauan Seribu Selatan adalah sebuah Kecamatan yang ada di kabupaten ADM kepulauan seribu, DKI Jakarta. Salah satu kelurahan yang ada kepulauan seribu selatan ini adalah kelurahan pulau pari yang memiliki pusat pemerintahan di pulau lancang, Pulau Lancang ini memiliki luas wilayah 15,13 hektar. Karena pulau Lancang ini ditetapkan sebagai pusat pemerintahan kelurahan Pulau Pari dan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, di sini juga telah disediakan kantor lurah, rumah dinas pejabat kelurahan, sekolah, pos penjagaan polisi, Puskesmas, dan sebagainya.

Benai adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Indonesia yang memiliki luas wilayah 249,36 km atau sekitar 3,26 % dari keseluruhan luas Kabupaten Kuantan Singingi. Salah satu kelurahan dari kecamatan benai adalah kelurahan Beringin jaya.

Beringin jaya memiliki beberapa desa diantaranya adalah Desa Teratak air hitam, koto benai, Pulau Lancang, tolontam, banjar benai, gumung kesiangan, banjar lopak, pulau kalimanting, tanjung, pulau ingu, simandolak, jalur patah, tebing tinggi, pulau tongah, ujung tanjung, siberakun, benai kecil, seberang teratak air hitam, geringging baru, marsawa, langsat hulu, muara langsa.
Pulau Lancang yang lokasinya ada diderah riau ini terkenal sebagai kawasan penghasil garam terbesar di Pidie dengan hasil per tahun.




pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan

pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan
pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan
pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan
pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan
pulau lancang
pulau seribu

Abrasi

abrasi pulau lancangAbrasi adalah salah satu masalah lingkungan bagi masyarakat kepulauan seribu khususnya Pulau Lancang sendiri. Abrasi merupakan sebuah peristiwa fenomena alam yang membuat terkikisnya pesisir pantai akibat gelombang arus laut yang membawa pasir pantai kearah lautan. Sebab musabab pasir pantai semakin lama semakin habis adalah arus gelombang akibat pasang surut air laut, sehingga lama-kelamaan terkikisnya tepian pantai. Abrasi ini juga didukung oleh faktor pemanasan global, yang menyebabkan suhu dibumi semakin memanas sehingga mencair gunung-gunung es yg menampung volume air yang sangat banyak, pencairan tersebut memiliki efek yang signifikan karena menyebabkan semakin tingginya volume air dibumi ini. Oleh karena itu pemerintah daerah berupaya untuk mengatasi abrasi dengan membangun tanggul pemecah ombak didaerah sekeliling pantai Pulau Lancang.
Keseriusan pemerintah daerah ini bisa dilihat dari APBD yang mencantumkan pembangunan tanggul pemecah ombak dari beberapa tahun yang lalu dan hingga kini telah terealisasikan lebih dari tujuh puluh persen. Ada beberapa bagian pantai yang sengaja tidak dibuat tanggul pemecah ombak dikarenakan pemerintah daerah setempat memiliki planning tempat wisata pasir putih dan beberapa planning lainnya.


pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan

pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan
pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan
pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan
pulau lancang

Pulau Lancang

Sejarah Pulau Lancang

pulau lancang
Sejarah Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan memang unik, menurut sumber H. Ambo Menteng (ALM) sekitar tahun 1933, ada tiga keluarga nelayan yang datang ke pulau Lancang ini untuk mencari ikan karena pada zaman itu masih banyak manusia yang hidup nomaden alias berpindah-pindah.

Awalnya para nelayan yang berasal dari daratan(sekarang bernama karanghantu, banten) hanya mencari ikan atau beristirahat beberapa hari di Pulau Lancang ini kemudian mereka kembali kedaratan untuk membarter hasil tangkapan mereka dengan beras dan menemui keluarga mereka tapi karena sumber daya laut yang ada diperairan pulau lancang ini tidak habis-habis dan jarak antara mereka dengan keluargapun sangat jauh (karena pada tahun itu dari daratan menuju pulau lancang ini hanya dengan menggunakan perahu) akhirnya ada tiga keluarga yang berinisiatif untuk menetap di pulau lancang ini. Para nelayan ini pun pindah ke pulau lancang ini dengan membawa sanak saudaranya, kemudian membuat tenda/rumah semetara (yang dibuat dari bambu-bambu dan pelepah daun kelapa).

Karena sudah merasa agak tua dan sudah tidak kuat lagi melaut akhirnya seorang kakek yang berasal dari salah satu keluarga memutuskan untuk berkebun dan mencari kayu bakar yang dibantu oleh istrinya. Kayu bakar ini untuk dijual ke daratan.

Akhirnya sepasang kakek nenek ini mebawa Kayu Bakar nya ke daratan seberang dengan menggunakan perahu. Ketika perahu tengah didayung oleh kakek dan nenek itu tiba-tiba banyak sekali ikan yang berlompatan dari air ke perahu mereka. Karena ikan tiada henti-hentinya berlompatan akhirnya mereka membuang sebagian banyak kayu tersebut, tapi setelah kayu-kayu tersebut dibuang ikan-ikan masih tetap berlompatan keperahu mereka hingga perahu mereka hampir tenggelam kemudian mereka membuang semua kayu bakar yang mereka miliki hingga habis. akhirnya ikan-ikan pun berhenti berlompatan hingga akhirnya merekapun selamat. Sikakek berpikir bahwa yang menyebabkan ikan-ikan tersebut berlompatan keperahu nya pasti karena kayu bakar yang dibawanya, Kayu bakar itu berasal dari pohon klancang. Sejak saat itu, pulau ini dinamakan Pulau Klancang. Entah kenapa lama kelamaan warga menyebut pulau ini dengan nama PULAU LANCANG. Mungkin karena penyebutannya lebih mudah. Sekarang ini kayu klancang tersebut sudah tidak ada lagi di pulau ini.

Sejarah lain mengatakan bahwa penamaan pulau lancang bukan dari kisah sepasang kakek nenek yang naek perahu tersebut. Nama Pulau lancang awalnya adalah plancang. Plancang adalah kayu atau bambu yang tertancap didasar laut hingga terlihat dari atas permukaan air. Karena nelayan yang datang ke pulau lancang ini sebagian adalah nelayan bagan. maka mereka menandai dahulu lokasi bagan yang akan didirikan dengan kayu atau nibung. Fungsi dari Plancang sangat banyak selain untuk penanda, ada kayu yang ditancap untuk tempat mengikat tali kapal dan perahu, untuk menempatkan jaring-jaring ikan dan lain-lain, hingga akhirnya menyebabkan banyak kayu yang menancap (plancang) didaerah perairan pulau lancang ini maka dinamakanlah pulau ini, pulau yang banyak Plancangnya dan akhirnya dengan seiring berjalannya waktu jadilah nama pulau lancang . Plancang ini masih sering disebut-sebut oleh warga pulau lancang.
Walaupun penulis sendiri warga pulau lancang tapi penulis belum tahu yang mana yang paling benar.











































pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan

pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan
pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan
pulau lancang, pulau pari, kepulauan seribu selatan

Putra - putri daerah

Pulau Lancang ini telah memiliki banyak Putra putri daerah yang terpelajar, Lulusan SMU sederajat, DIII, dan S1. Akan tetapi sebagian besar putra dan putri daerah ini justru bekerja diluar kepulauan Seribu. Apa yang menyebabkan mereka justru bekerja di luar pulau?. Telisik punya telisik dari hasil penelitian penulis kepada sebagian besar dari mereka dapat diambil kesimpulan bahwa pemerintah daerah setempat kurang memanfaatkan lulusan-lulusan terpelajar ini.
Kebanyakan dari mereka telah bekerja di luar kepulauan walaupun memang ada yang bekerja di pemerintah daerah setempat akan tetapi lebih banyak diluar kepulauan seribu daripada didaerah sendiri. Rata-rata masih dalam wilayah Kepulauan Jawa, Indonesia dan ada juga yang pernah dan sedang bekerja diluar negeri. Mencari pekerjaan di daerah sendiri memang tidak mudah, bukan berart bekerja diluar lebih mudah karena untuk mendaftar pekerjaan dibutuhkan persyaratan-persyaratan yang sulit ditempuh bagi putra-putri pulau lancang ini yang notabene terdiri dari banyak kepulauan karena harus menyeberang kepulau yang lain apabila ingin mengurus berkas untuk melamar pekerjaan ini. Untungnya pihak kepolisian pemerintah pusat kabupaten(POLRES) memudahkan dalam hal pembuatan salah satu berkas ini dengan membuat kantor perwakilan di JL. kalibaru cilincing jakarta utara untuk pembuatan SKCK. sedangkan untuk pembuatan kartu kuning bisa dibuat tidak begitu jauh dari daerah tempat membuat SKCK karena masih satu daerah di DEPNAKER semper jakarta utara (kawasan islamic center).

Pulau Tidung

Pulau Tidung berada digugusan kepulauan seribu. Pulau tidung ini merupakan kecamatan dari kepulauan seribu selatan. Pulau ini sedang ramai dikunjungin oleh wisatawan baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan asing karena pulau tidung memiliki obyek wisata berupa jembatan yang menghubungkan antara Pulau Tidung besar dengan Pulau Tidung kecil sehingga keramaian pengunjung yang berwisata ke pulau tidung, mengalahkan Pulau untung jawa.

Kepulau Seribu memang masih memiliki keindahan alam yang eksotik. Masih banyak Pulau-Pulau lain yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan baik Pulau yang memiliki Resort, Pulau pribadi, Pulau berpenduduk, Pulau cagar alam, Pulau tak berpenghuni bahkan Pulau yang telah hilang karena terkena dampak abrasi.

Pulau Lancang

Pulau Lancang adalah pulau pemukiman yang terletak di wilayah Kelurahan Pulau Pari dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Penduduk di pulau ini mencapai 1.429 jiwa dengan luas wilayah 15,13 hektar. Pulau ini juga ditetapkan sebagai pusat pemerintahan kelurahan  Pulau Pari dan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, di sini juga te1ah disediakan kantor lurah, rumah dinas pejabat kelurahan, sekolah, Pulau pos penjagaan polisi, Puskesmas, dan sebagainya.
Sebagai upaya pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dalam meningkatkan sektor pariwisata yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat,  Pulau Lancang telah ditetapkan sebagai kawasan andalan wisata masal kedua setalah Pulau Untung Jawa. Dalam rangka itu, pembangunan struktur dan infrastruktur di Pulau Lancang mulai dilakukan. Seperti pembangunan homestay percontohan, penyediaan tambak bandeng untuk wisata pancing, puskesmas, tanggul pemecah ombak, penataan jalan berserta sarana penunjangnya melalui program PPMK, beutiftkasi dermaga dan pembentukan kelembagaan masyarakat sadar wisata.
Pulau Lancang juga terkenal dengan hasil tangkap nelayannya berupa kepiting, ikan teri.dan sebagainya. Sektor pariwisata dan hasil laut ini tampaknya dapat menjadi potensi berharga yang perlu dikembangkan.
Pemerintah sadar bahwa penciptaan kawasan baru di Pulau Lancang tidak saja ditujukan bagi eksistensinya Pemerintah Kabupaten secara utuh, akan tetapi lebih jauh lagi ditujukan bagi peningkatan taraf hidup masyarakat di Pulau Lancang. Sehingga multilpier efek yang dapat ditimbulkan tidak saja berdampak bagi pendapatan Pemerintah, lebih dari itu semua pada akhirnya diharapkan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat itu sendiri. Seperti telah diketahui bahwa sebagian besar masyarakat masih bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional, maka dengan berkembangnya Pulau Lancang ini, maka masyarakat di dorong untuk lebih memperkaya kemampuannya tidak saja pada bidang perikanan akan tetapi jasa pariwisata, dan lain sebagainya karena Pulaunya telah menjadi bagian dari destinasi wisatawan. (Jakarta.go.id)

Adventure Pulau Lancang


Walau acara jalan bersama anak2 kelas tidak jadi setelah wisuda, akhirnya setelah lebaran,rencana-in acara dengan sms-in temen2 menginformasikan bahwa "tgl 18 september kita berangkat jalan2 ke Pulau Lancang kepulauan seribu" walaupun mendadak dan berfikir kalo yang berangkat bakalan tidak banyak.


Tanggal 17 september nya Kriiiiiiing-kriiiinng...... HandPhone sering berbunyi. ternyata temen-temen pada nelponin dengan pertanyaan "jadi g?" jawab : "jadi, besok kumpul dikostan jam 6 pagi-pagi". Esok pas hari H subuh2, mengetahui kabar dari update status situs jejaring, bahwa salah satu keluarga teman yang mau berangkat berpetualang diPanggil menghadap Ilahi. Berpikir bahwa rencana adventure ke P.Lancang bersama anak-anak kelas bakalan gagal untuk kedua kalinya. Dikarenakan kalau diteruskan nantinya akan timbul negative thinking "bersenang-senang diatas kesedihan orang lain" dan takutnya ada apa gerangan yang terjadi jika dilanjutkan. Tapi atas dasar penjelasan dari teman (Khonde dot kom) masukan nya kalau acara ini tidak apa-apa dilanjutkan, akhirnya dengan membaca Bismillah lanjutkan acara ini.